7 Cara Penggunaan & Penyajian Susu Formula Bayi dan Anak yang Benar

Semenjak isu susu formula yang mengandung bakteri Sakazakii berkembang pada awal tahun 2011 yang lalu, belakangan masyarakat khususnya para orang tua mulai berhati-hati dalam memilih susu formula bayi dan anak. Sejak itu pula, banyak orang tua yang menyiasatinya dengan cara memilih susu formula terbaik untuk bayi atau anaknya. Dengan cara memberikan susu formula yang baik, mereka berharap bayi atau anaknya bisa terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh susu yang terkontaminasi oleh bakteri Sakazakii.

Tak ingin isu itu berdampak negatif, selang beberapa bulan kemudian akhirnya Kementerian Kesehatan beserta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dalam pengujian ulangnya bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengumumkan secara resmi bahwa susu formula yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dan bebas dari bakteri Sakazakii. Tapi meski begitu, ternyata masih banyak orang tua yang masih takut dan khawatir dalam memberikan susu formula untuk bayi dan anaknya.

Untuk menepis kekhawatiran masyarakat, di beberapa kali kesempatan Kementerian Kesehatan selalu memberikan tips untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri pada susu formula. Hal itu dilakukan mengingat sebagus dan semahal apapun merek susu formula yang kita pilih, kemungkinan tercemarnya bakteri masih tetap ada, jika cara penggunaan atau penyajian yang kita lakukan salah.

Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara agar bisa terhindar dari bakteri ? Untuk mengetahuinya, berikut adalah tips cara pengunaan dan penyajian susu formula bayi dan anak yang benar menurut Kementerian Kesehatan melalui Puskomdepkes.

  1. Perhatikan tanggal kadaluarsa yang tercantum pada kemasan.
  2. Perhatikan kondisi atau keutuhan kemasan susu.
  3. Perhatikan kebersihan orang yang menyiapkan susu dengan cara mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.
  4. Jaga kebersihan botol dan dot susu dengan cara merebus dan mensterilkan setiap kali akan digunakan.
  5. Cairkan susu dengan air yang mendidih atau minimal 70 derajat celcius.
  6. Berikan susu pada saat masih hangat dan gantilah susu yang sudah lebih dari 2 jam sejak waktu pembuatan.
  7. Kemasan susu yang sudah dibuka lebih dari 8 hari, sebaiknya diganti dengan yang baru.

Meskipun demikian, Kementerian Kesehatan juga selalu berpesan agar tidak memberikan susu formula untuk bayi yang usianya kurang dari 6 bulan, kecuali dalam kondisi terpaksa. Jadi, kesimpulan yang bisa kita ambil adalah susu bayi terbaik tidak bisa menjamin terbebas dari bakteri, karena tercemar tidaknya bakteri dipengaruhi juga oleh cara menggunakan dan menyajikan susu.

Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-saat persalinan bayi prematur tentu lebih mendebarkan
Resiko Melahirkan Caesar
Resiko Melahirkan Caesar
  Melahirkan Caesar merupakan alternatif bila cara
Resiko Melahirkan dalam Air
Resiko Melahirkan dalam Air
  Melahirkan dalam air atau yang sering
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan ibu melahirkan biasanya dilakukan di fasilitas
  1. author

    dhiny3 years ago

    ciri-ciri proses kelahiran yang memakai pompa tangan!

    Reply

Leave a reply "7 Cara Penggunaan & Penyajian Susu Formula Bayi dan Anak yang Benar"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.