Anemia Pada Kehamilan, Mengapa Bisa Terjadi?

In Kehamilan
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami
Anemia Pada Kehamilan, Mengapa Bisa Terjadi

By deanjenkis @morguefile.com

Seseorang disebut menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darah kurang dari 12 gr%. Mulai minggu ke-12 kehamilan jumlah darah bertambah hingga mencapai puncak pada minggu ke-32 kehamilan. Perbandingan penambahan tersebut adalah plasma darah sebanyak 30%, sel-sel darah sebanyak 18%, dan hemoglobin sebanyak 19 %. Pertambahan yang tidak sebanding ini menyebabkan darah encer atau kekurangan sel darah merah.

Penyebab anemia pada kehamilan bermacam-macam sesuai dengan tipenya. Anemia defisiensi besi disebabkan kurang nutrisi zat besi, anemia megaloblastik disebabkan kekurangan asam folat, amenia hipoplasti disebabkan hipofungsi sumsum tulang belakang dalam memproduksi sel darah merah, dan anemia hemolitik disebabkan pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari jadwalnya.

Dari berbagai macam anemia yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia defisiensi besi. Penanganan anemia ini cukup mudah dibanding yang lain, yaitu dengan mengonsumsi makanan tinggi besi atau suplemen besi. Untuk mendukung penyerapannya, ibu dianjurkan mengonsumsi vitamin C bersamaan dengan suplemen zat besi.

Anemia berat dimana kadar hemoglobin kurang dari 6 gr% akan mengganggu kehamilan dan janin. Ibu dengan anemia berat cenderung beresiko mengalami perdarahan saat persalinan, keguguran, persalinan dini, dan terjangkit infeksi. Bila anemia pada kehamilan semakin berat akan terjadi payah jantung sehingga mengancam nyawa ibu dan janin.

Dampak negatif anemia kehamilan pada janin adalah ancaman kematian, baik saat awal kehamilan maupun akhir kehamilan. Hal ini disebabkan kurangnya nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang janin. Sel darah merah adalah distributor oksigen dan nutrisi untuk janin. Jika ibu kekurangan sel darah merah, maka nutrisi dan oksigen yang didistribusikan sangat berkurang sehingga menghambat tumbuh kembang janin.

Selain menyebabkan kematian, anemia pada kehamilan juga menyebabkan janin mengalami cacat bawaan, lahir prematur, dan ancaman kematian pasca melahirkan. Kondisi tersebut sungguh mengancam kehidupan janin. Untuk itu, perlu adanya suplemen besi sebanyak 90 tablet yang wajib dikonsumsi ibu selama kehamilan berlangsung.

Gejala utama anemia pada kehamilan adalah mudah lelah, lemah, pucat, konjungtiva palpebra berwarna putih pucat, serta sering pusing. Waspadai gejala tersebut dan segera lakukan cek kadar hemoglobin agar anemia yang diderita ibu segera tertangani. Gejala komplikasi kadang terjadi bila terdapat kelainan pada organ vital.

Pengobatan anemia pada kehamilan disesuaikan dengan penyebabnya. Anemia defisiensi besi ditangani dengan pemberian suplemen besi dan vitamin c, anemia hemolitik yang disebabkan virus diberikan obat antivirus dan tambah darah, anemia hipoplasti dengan transfusi darah, dan anemia megaloblastik dengan pemberian suplemen asam folat.

Tags: #Anemia Hamil #Anemia Saat Hamil #Page #Persalinan Bayi

Masalah Kehamilan Trimester 1, 2, 3
Masalah Kehamilan Trimester 1, 2, 3
Tiap trimester kehamilan selalu terjadi masalah yang
2 Program Kehamilan Anak Laki-Laki
2 Program Kehamilan Anak Laki-Laki
Apakah Anda ingin memiliki bayi laki-laki? Meskipun
Kewajiban Saat Merencanakan Kehamilan Pertama
Kewajiban Saat Merencanakan Kehamilan Pertama
Kehamilan pertama akan menjadi momen tak terlupakan
Persiapan Kehamilan Pasca Keguguran
Persiapan Kehamilan Pasca Keguguran
Keguguran bukan berarti seorang wanita tidak dapat

Leave a reply "Anemia Pada Kehamilan, Mengapa Bisa Terjadi?"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.