ANGKA KEMATIAN BAYI & ANGKA KEMATIAN IBU DI INDONESIA TINGGI | NAMA BAYI PEREMPUAN & LAKI-LAKI

Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Ingin V Rapet, Kesat & Bersih dari Keputihan ? Pakai Tongkat Madura

Dalam beberapa kajian terbaru di tingkat dunia maupun data di Indonesia menunjukkan bahwa angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir masih cukup tinggi, terutama saat proses persalinan ibu hamil dan kelahiran bayi. Dan selebihnya, pada saat hari-hari pertama dan minggu pertama setelah melahirkan dan kelahiran bayi. Penyebab kematian ibu dan bayi bisa juga terjadi pada situasi emergensi dan komplikasi.

Begitulah kurang lebih yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHHM dalam sebuah acara bertajuk “Launching Program Expanding Maternal and Newborn Survical” (EMAS) yang diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 26 Januari 2012 yang lalu.

Dalam pidatonya yang dirilis Pusat Komunikasi Publik, Sekjen Kementerian Kesehatan RI di situs depkes.go.id, Sekjen Kemenkes RI juga menambahkan bahwa saat ini pencapaian penurunan Angka Kematian Bayi (AKG) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia belum bisa memenuhi target karena masih menghadapi beberapa kendala. Maka dari itu jika tidak dilakukan akselerasi dari sekarang, dikhawatirkan MDGs 4 dan 5 tidak bisa tercapai sesuai yang diharapkan.

MDGs sendiri kepanjangan dari Millennium Development Goals yang merupakan deklarasi milenium hasil kesepakatan sejumlah kepala negara dan perwakilan dari 189 negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kesepakatan yang mulai dijalankan pada September 2000 tersebut, ada 8 butir tujuan yang harus dicapai pada tahun 2015. Di mana butir ke 4 (MDGs 4) bertujuan menurunkan angka kematian anak bayi, dan butir ke 5 (MDGs 5) bertujuan meningkatkan kesehatan ibu.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Dirjen Bina Gizi dan KIA Kemenkes RI, ada 5 Provinsi yang  menyumbang jumlah kematian ibu sebesar 50%, yaitu: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTT. Sementara 25% angka kematian ibu terjadi pada 9 Provinsi, yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Aceh, dan NTB. Dan 19 provinsi lainnya, menyumbang 25% kematian ibu di Indonesia.

Untuk itu, sebagai upaya menurunkan tingkat angka kematian balita dan kematian ibu di Indonesia, Program Expanding Maternal and Neotanal Survival (EMAS) hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan USAID ini akan dilangsungkan mulai 2012 hingga 2016.  Di mana  untuk tahun pelaksanaan yang pertama, program ini akan dilakukan di 6 Provinsi yang memiliki angka kematian ibu dan neonatal paling besar. Adapun kabupaten dan Provinsi tersebut, di antaranya: Kab. Serang; Banten, Kab. Cirebon dan Kab. Bandung; Jawa Barat, Kab. Deli Serdang; Sumatera Utara, Kab. Banyumas dan Kab. Tegal; Jawa Tengah, Kabupaten Pinrang; Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Malang; Jawa Timur.

Harapan Sekjen, upaya akselerasi tersebut nantinya bisa memberikan dampak yang nyata dengan menurunnya jumlah angka kematian ibu dan bayi di Indonesia secara absolut, khususnya Kabupaten atau Kota tempat di mana Program EMAS dilangsungkan. Selain itu, Program EMAS ini juga bisa memberikan pengaruh yang baik terhadap Kabupaten/Kota yang ada di sekitarnya.

Did you like this? Share it:

Article by Catur HP

Seorang Ayah dari anak laki-laki lucu yang bernama "Kenan Rahes Purnomo". Sejak istrinya hamil, ia tak pernah absen menemaninya untuk periksa ke dokter kandungan. Begitu pun, saat istrinya melahirkan anak laki-laki pertamanya pada 2011 yang lalu. Sembari mengamati pertumbuhan anak pertamanya, ia berbagi di situs ini, tentang apa yang ia ketahui selama istrinya hamil, melahirkan, hingga merawat anak.
Catur HP tagged this post with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , Read 140 articles by

2 Comments

  1. liely says:

    kq gx bisa di kopi

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Cari Cepat Artikel via Google

    Social Media & Video

    Gabung di Facebook Video di YouTube Follow di Twitter
    Kebun Emas 300 x 250
    Belajar Bahasa Inggris Cepat

    Categories