Bahaya Kehamilan Ektopik

In Kehamilan
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Bahaya Kehamilan EktopikKehamilan ektopik terjadi apabila sel telur yang telah dibuahi berimplantasi (tertanam di luar endometrium kavum uteri). Kehamilan ini cukup membahayakan ibu karena menyebabkan syok, perdarahan, tumor, bahkan kematian. Sebagian besar kehamilan ektopik tidak dapat bertahan hingga aterm (matang).

Sel telur yang berimplantasi di luar kavum uteri akan menyebabkan nyeri yang hebat. Nyeri ini berasal dari akar-akar villi korialis yang merusak jaringan dan saraf di sekitarnya. Organ reproduksi seperti tuba atau ovarium tidak bersifat elastis sehingga menyebabkan nyeri apabila dipaksa menampung janin yang kian hari kian membesar. Nyeri ini akan terasa begitu hebat hingga ibu pingsan.

Vili korialis akan merusak pembuluh darah di tempat implantasi agar janin dapat tertanam. Padahal, organ tersebut tidak cukup tebal untuk berimplantasi. Akibatnya perdarahan tidak dapat dibendung. Perdarahan ini bisa terjadi di dalam ataupun di luar. Apabila perdarahan terjadi di area tuba, maka kemungkinan besar dikeluarkan. Sedangkan perdarahan yang terjadi di ovarium, ujung tuba, atau daerah lainnya akan disimpan di perut atau kavum douglasi (tempat kosong di antara vagina dan rahim).

Perdarahan akibat kehamilan ektopik yang tidak dikeluarkan akan menggumpal. Semakin banyak darah yang menggumpal akan meningkatkan rasa nyeri dan menekan organ di area perut seperti usus, rektum, dan rahim sendiri. Penekanan ini menyebabkan nyeri saat buang air besar dan gangguan pencernaan.

Perdarahan yang berlangsung menyebabkan anemia. Hal ini diperparah dengan mual-muntah yang biasanya dialami ibu dengan kehamilan ektopik. Tidak adanya nutrisi yang masuk dan perdarahan yang terjadi menyebabkan ibu kurang darah, tekanan darah menurun, nadi cepat, berkeringat dingin, dan lemah. Jika keadaan ini tidak segera ditangani maka kematian ibu sangat mungkin terjadi.

Beberapa wanita dengan kehamilan di luar kavum endometrium menjadi mandul. Hal ini disebabkan kerusakan daerah implantasi. Jika mudigah berimplantasi di tuba, maka kerusakan tuba tidak dapat dihindari. Akibatnya ibu hanya memiliki satu tuba. Padahal, kejadian ektopik dapat berulang sehingga ibu akan kehilangan kedua tubanya dan tidak dapat hamil secara alami.

Organ reproduksi yang membentuk desidua (simpanan makanan) hanyalah kavum uteri sehingga kehidupan janin di luar tempat tersebut sangat beresiko. Kebanyakan kasus kehamilan ektopik diakhiri dengan kematian janin, baik pada awal kehamilan maupun pada usia lanjut.

Kematian mudigah pada masa awal kehidupan akan diserap dan dikeluarkan tanpa menimbulkan masalah. Tapi, kematian saat usia kehamilan lanjut akan merusak daerah sekitar implantasi, menyebabkan perdarahan hebat, bahkan mengganggu organ di sekitar rahim. Oleh karena itu, penanganan yang disarankan untuk pasien kehamilan ektopik adalah pengakhiran kehamilan.

Tags: #Bayi Kembar Siam #Hamil Ektopik #Kehamilan Ektopik #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2

Anemia Pada Kehamilan, Mengapa Bisa Terjadi?
Anemia Pada Kehamilan, Mengapa Bisa Terjadi?
Seseorang disebut menderita anemia apabila kadar hemoglobin
Masalah Kehamilan Trimester 1, 2, 3
Masalah Kehamilan Trimester 1, 2, 3
Tiap trimester kehamilan selalu terjadi masalah yang
2 Program Kehamilan Anak Laki-Laki
2 Program Kehamilan Anak Laki-Laki
Apakah Anda ingin memiliki bayi laki-laki? Meskipun
Kewajiban Saat Merencanakan Kehamilan Pertama
Kewajiban Saat Merencanakan Kehamilan Pertama
Kehamilan pertama akan menjadi momen tak terlupakan

Leave a reply "Bahaya Kehamilan Ektopik"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.