Cara Menyimpan ASI Perah/Pompa yang Benar

In Page
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Dengan alasan tertentu, tak semua ibu bisa menyusui langsung bayinya. Jika terjadi demikian, agar si kecil bisa tetap mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara menyimpan ASI perah/pompa. Jika Anda belum mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan cara menyimpan ASI yang benar dan baik, berikut beberapa tips yang diberikan oleh Organisasi Laktasi Internasional, La Leche League International (llli.org).

Cara Menyimpan ASI Perah/Pompa

Adapun tata cara menyimpan ASI perah/pompa, yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Cucilah tangan Anda (dan pompa ASI) sebelum memompa atau memerah ASI.
  2. Masukkan ASI ke dalam wadah/tempat penyimpanan ASI khusus (botol ASI) yang sudah dibersihkan atau disterilkan dengan benar.
  3. ASI yang disimpan di dalam kulkas lebih besar kandungan anti infeksinya ketimbang ASI yang bekukan di dalam freezer. Maka dari itu, masukkan ASI ke dalam kulkas biasa terlebih dahulu untuk merendahkan suhunya, lalu pindahkan ke dalam freezer.
  4. Jangan lupa, beri label tanggal dan jam pemerahan/pemompaan pada masing-masing wadah/tempat ASI agar Anda mengetahui kapan air susu ibu itu harus diberikan.

Waktu Penyimpanan ASI Perah/Pompa

ASI yang disimpan dapat bertahan dalam rentang waktu tertentu dengan rincian sebagai berikut:

  • Pada suhu kamar (66-72 ° F, 19-22 ° C): lama penyimpanan hingga 10 jam.
  • Pada kulkas bagian tengah belakang (32-39 ° F, 0-4 ° C): lama penyimpanan sampai 8 hari.
  • Ruang freezer pada kulkas berpintu satu (suhu variatif tergantung sering/tidaknya pintu dibuka): lama penyimpanan 2 minggu.
  • Ruang freezer pada kulkas berpintu terpisah (suhu variatif tergantung sering/tidaknya pintu dibuka): lama penyimpanan 3 – 4 bulan.
  • Dalam frezeer khusus (0 ° F, -19 ° C) : lama penyimpanan 6 bulan atau lebih.

Cara Pemberian ASI Perah/Pompa

ASI yang disimpan di dalam kulkas/freezer, tidak boleh dipanaskan/dimasak dengan kompor atau microwave. Berikut adalah cara pemberian ASI perah/pompa setelah disimpan di kulkas/freezer.

  • Ambillah ASI yang lebih dulu diperah/dipompa dengan melihat label waktu yang sudah diberikan sebelumnya.
  • Rendamlah wadah ASI ke dalam air hangat untuk menghangatkannya selama beberapa menit.
  • Kocok terlebih dahulu wadah ASI sebelum diberikan kepada bayi agar bagian yang mengental tercampur dengan sempurna.
  • Untuk mencegah bayi “bingung puting” Anda bisa memberikan ASI dengan sendok atau gelas (jika sudah bisa minum dengan gelas).
  • ASI yang sudah dihangatkan, tidak boleh disimpan kembali ke dalam kulkas/freezer karena akan merusak kandungan ASI.

Cara menyimpan ASI perah/pompa hanyalah sebagai pilihan kedua jika ibu tidak bisa menyusui langsung. Biar bagaimana pun, bayi menyusu langsung pada ibunya, jauh lebih baik manfaatnya ketimbang bayi minum susu perah/pompa. Sebab dengan cara menyusu langsung, selain untuk menjalin ikatan batin antara ibu dan anak, kualitas kandungan ASI juga masih terjaga dengan baik.

Tags: #Bayi Kembar Siam #Bayi Kembar Siam #Bayi Kembar Siam #Kehamilan #Kehamilan #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2 #Page #Page #Page #Page #Persalinan Bayi

Solusi Pasca Melahirkan ASI Tidak Keluar
Solusi Pasca Melahirkan ASI Tidak Keluar
ASI merupakan kebutuhan dasar buah hati Anda
Tanya Jawab Seputar Menyusui Saat Hamil
Tanya Jawab Seputar Menyusui Saat Hamil
Beberapa wanita yang masih menyusui bayinya mendapati
Asuhan Bayi Baru Lahir : Penanganan Bayi yang Baru Lahir
Asuhan Bayi Baru Lahir : Penanganan Bayi yang Baru Lahir
Sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka
Pengertian, Manfaat, dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Pengertian IMD (Inisiasi Menyusui Dini) adalah proses

Leave a reply "Cara Menyimpan ASI Perah/Pompa yang Benar"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.