Ciri-Ciri Hamil 3 Bulan

In Persalinan Bayi
Ciri-Ciri Hamil 3 Bulan

By broadway204 @morguefile.com

Tiga bulan pertama kehamilan adalah masa Anda harus ekstra hati-hati. Mengapa? Karena di kehamilan muda ini terjadi resiko keguguran yang lebih besar.

Banyak kejadian dimana si perempuan berkativitas berlebihan tanpa menyadari dirinya telah hamil. Tiba-tiba ia merasa sakit, pendarahan, baru ia sadar bahwa telah ada janin tumbuh dalam rahimnya. Tidak ingin bukan mengalami hal tersebut?

Alangkah baiknya Anda mengetahui tanda-tanda atau ciri-ciri orang hamil muda agar Anda bisa melakukan langkah antisipasi. Apa saja ya ciri-ciri hamil 3 bulan ?

Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami
  • Berhenti menstruasi

Begitu Anda mengalami keterlambatan datang bulan, segera periksakan ke dokter. Bisa saja Anda memang sudah hamil. Tetapi ada kejadian dimana setelah telat seminggu tiba-tiba langsung datang bulan. Ini bisa jadi disebabkan karena perubahan hormon atau stress.

  • Mual dan Muntah

Merasa mual atau muntah di pagi hari atau istilahnya morning sickness? Nah itu tanda-tanda sudah ada calon buah hati di rahim Anda. Gejala tersebut lumrah terjadi, terutama jika mencium aroma tertentu. Wajar, kok!

  • Sering buang air kecil

Ini juga salah satu ciri yang dialami ibu hamil tiga bulan.

  • Payudara mulai membesar

Di masa ini payudara sudah mulai membesar dan terkadang menjadi sensitif terhadap sentuhan. Umumnya puting menjadi hitam dan payudara sering terasa sakit dan gatal. Ini adalah salah satu bentuk adaptasi tubuh untuk menyambut kehadiran sang bayi dan menyusui.

  • Ingin makanan tertentu

Ingin makan seafood, ingin makan mangga atau malah makanan yang ‘aneh-aneh’? Nah gejala itu namanya ngidam. Wajar-wajar saja, selagi itu tidak berlebihan dan merepotkan orang lain, terutama pasangan Anda.

Di masa hamil tiga bulan ini Anda bisa dinyatakan sehat jika berat badan Anda bertambah sekitar 11-15 kg. Waspadai asupan makanan Anda agar berat badan Anda tidak melambung. Karena apa yang Anda konsumsi akan berpengaruh pada perkembangan janin.

Perempuan yang mengalami kenaikan berat badan drastis selama hamil akan memicu penyakit darah tinggi dan penyakit jantung. Selain itu, resiko menderita penyakit gula atau diabetes pun besar.

Hal yang perlu diwaspadai saat hamil 3 bulan adalah rentannya terkena penyakit anemia atau orang sering menyebutnya kurang darah. Secara sederhana, anemia didefinisikan sebagai berkurangnya sel darah merah di dalam darah. Gejala umum orang terkena anemia adalah lemah, letih dan lesu.

Lalu bagaimana cara mencegahnya? Gampang saja. Penuhi kebutuhan gizi Anda selama kehamilan. Makanlah makanan yang mengandung zat besi seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan (tahu, tempe) dan sayuran berwara hijau seperti bayam, brokoli dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, jambu. Selain itu, susu hamil juga bisa dikonsumsi untuk menambah tenaga selama masa kehamilan.

Semoga info ini bermanfaat bagi para wanita yang tengah menantikan kehadiran sang buah hati. Selalu jaga kesehatan Anda dan bayi Anda.

Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-saat persalinan bayi prematur tentu lebih mendebarkan
Resiko Melahirkan Caesar
Resiko Melahirkan Caesar
  Melahirkan Caesar merupakan alternatif bila cara
Resiko Melahirkan dalam Air
Resiko Melahirkan dalam Air
  Melahirkan dalam air atau yang sering
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan ibu melahirkan biasanya dilakukan di fasilitas

Leave a reply "Ciri-Ciri Hamil 3 Bulan"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.