Infeksi yang Sering Terjadi Setelah Melahirkan

In Persalinan Bayi
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami
Infeksi Yang Sering Terjadi Setelah Melahirkan

By Kurhan @sxc.hu

Masa-masa setelah melahirkan merupakan masa rawan terjadinya infeksi. Hal ini disebabkan kondisi ibu yang masih lemah. Infeksi bisa berasal dari alat-alat kesehatan yang kurang steril atau perawatan luka yang kurang bersih.

Kuman yang sering menyerang ibu nifas adalah streptococcus haemoliticus aerobic, staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan clostridium welchii. Kuman-kuman ini biasanya menyerang pada keadaan tertentu seperti persalinan lama, persalinan terlantar, ketuban pecah dini, persalinan dengan tindakan, sisa plasenta yang tertinggal, adanya bekuan darah dalam rongga rahim, perdarahan, serta penyakit penyerta kehamilan.

Infeksi setelah melahirkan diklasifikasikan menjadi dua yaitu lokal dan topikal. Infeksi lokal hanya terjadi di area perineum, vulva, vagina, serviks, dan endometrium. Semua daerah ini dilalui bayi ketika dilahirkan. Infeksi juga dapat menyebar ke daerah lain seperti pembuluh darah vena, pembuluh limfe, dan endometrium. Infeksi yang menyebar lebih sulit ditangani daripada infeksi lokal. Oleh karena itu, biasanya penderita infeksi topikal diberikan antibiotik dalam dosis tinggi.

Penyebab infeksi lokal bermacam-macam. Misalnya vulvitis disebabkan bekas luka episiotomy (pengguntingan perineum) atau robekan bagian luar vagina, vaginitis disebabkan tindakan persalinan yang kurang steril, servisitis disebabkan penjalaran kuman dari luar, dan endometrium yang biasanya diakibatkan infeksi pada bekas plasenta.

Infeksi lokal pada mulut rahim dan dinding rahim sangat mudah menjalar ke seluruh tubuh yang disebut dengan septikemia. Kuman pada penyakit ini telah masuk ke peredaran darah dan menyebabkan infeksi umum. Penderita akan mengalami demam tinggi, menggigil, lendir nifas berbau, bernanah, atau berdarah. Infeksi ini tidak dapat dibiarkan karena menyebabkan kematian ibu nifas sebanyak 50%.

Ibu nifas dapat mencegah terjadinya infeksi setelah melahirkan dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Mencegah malnutrisi seperti anemia dan gizi buruk selama masa kehamilan.
  2. Apabila ibu menderita penyakit tertentu, utamanya yang merupakan penyakit infeksi, sebaiknya segera diobati.
  3. Menghindari pecahnya ketuban sebelum waktunya dengan berhati-hati saat berhubungan
  4. Menghindari pemeriksaan dalam secara berulang pada saat memasuki proses persalinan. Pemeriksaan dalam boleh dilakukan empat jam sekali.
  5. Minta petugas memastikan kesterilan alat dan tindakan yang dilakukan. Hal ini penting karena infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi saat tindakan medis) seringkali terjadi akibat kelalaian petugas.
  6. Mencegah perdarahan
  7. Merawat luka dengan baik setelah melahirkan.
  8. Jaga kebersihan area vagina
  9. Konsumsi makanan bergizi yang adekuat setelah melahirkan agar daya tahan tubuh segera pulih.

Tags: #Bayi Kembar Siam #Infeksi Setelah Melahirkan #Infeksi Setelah Persalinan #Kehamilan Trisemester 2

Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-saat persalinan bayi prematur tentu lebih mendebarkan
Resiko Melahirkan Caesar
Resiko Melahirkan Caesar
  Melahirkan Caesar merupakan alternatif bila cara
Resiko Melahirkan dalam Air
Resiko Melahirkan dalam Air
  Melahirkan dalam air atau yang sering
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan ibu melahirkan biasanya dilakukan di fasilitas

Leave a reply "Infeksi yang Sering Terjadi Setelah Melahirkan"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.