CARA MENCEGAH KEHAMILAN SECARA DARURAT | NAMA BAYI PEREMPUAN & LAKI-LAKI

Mencegah Kehamilan Secara Darurat

Ingin V Rapet, Kesat & Bersih dari Keputihan ? Pakai Tongkat Madura
Mencegah Kehamilan Secara Darurat

By Aidairi @morguefile.com

Mencegah kehamilan secara darurat perlu dilakukan dalam kondisi tertentu seperti pemerkosaan, kondom bocor, kegagalan coitus interuptus, IUD lepas tanpa disadari, dan terlambat KB hormonal. Kontrasepsi ini juga disebut morning after pill atau kontrasepsi pasca senggama (setelah sperma masuk).

Ada dua kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan setelah berhubungan badan yaitu IUD dan pil KB. Bila menggunakan IUD harus dalam kurun waktu 5 hari pasca senggama. Setelah kurun waktu tersebut kontrasepsi sudah tidak berguna lagi karena sudah terjadi proses pembuahan.

Kelebihan penggunaan kontrasepsi IUD adalah kontrasepsi ini dapat terus dipakai untuk jangka panjang. Kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan lebih mahal, pemasangan harus dilakukan di klinik KB tertentu, meningkatkan resiko infeksi seksual, keputihan, dan volume perdarahan haid bertambah.

Cara lain yang dapat dipilih untuk mencegah kehamilan secara darurat adalah pil KB. Penggunaan pil KB ini sangat efektif, bahkan kemungkinan terjadinya kehamilan kurang dari 3%. Anda harus segera mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu 3 hari setelah hubungan intim. Bila diminum lebih dari 72 hari, maka pil tersebut tidak berfungsi lagi.

Pil KB yang digunakan adalah pil kombinasi dosis tinggi yang diminum 2X2 tablet. Dua tablet pertama diminum segera setelah senggama dan dua tablet kedua diminum 12 jam setelah tablet pertama. Apabila memilih pil kombinasi dosis rendah, maka ibu harus mengonsumsi 4 tablet sekali minum dalam selang waktu 12 jam dari empat tablet pertama.

Pil KB jenis lain yang bisa digunakan adalah pil progestin, estrogen, mifepristone, dan danazol. Pil ini tersedia dalam berbagai merek dagang. Kelemahan pil kombinasi adalah menyebabkan mual-muntah dan nyeri payudara. Apabila ibu muntah dalam dua jam pertama setelah mengonsumsi pil KB, maka harus minum pil lagi dengan dosis yang sama karena pil yang diminum ikut dikeluarkan.

Kontrasepsi darurat ini tidak boleh digunakan secara terus menerus untuk mencegah kehamilan. Apabila Anda belum merencanakan kehamilan, maka dianjurkan untuk memakai alat kontrasepsi. Kontrasepsi ini juga tidak disarankan bagi perempuan yang sedang hamil atau diduga hamil. Menggunakan KB darurat saat kehamilan sama dengan melakukan abortus kriminalis.

Jika alasan menggunakan kontrasepsi darurat adalah kegagalan kontrasepsi yang saat ini dikenakan, maka perlu digali masalah yang melatarbelakangi. Misalnya, penyebabnya adalah kegagalan coitus interuptus, lupa tidak suntik KB, atau malas memakai kondom, maka ibu dikatakan kurang cocok dengan metode kontrasepsi yang sekarang dan dianjurkan memilih kontrasepsi jenis lain yang sesuai.

Kontrasepsi kombinasi ini tidak sepenuhnya menjamin keberhasilan. Terkadang kehamilan tetap terjadi meski telah menggunakan kontrasepsi darurat untuk mencegahnya. Jika demikian, maka pasangan harus ikhlas merawat kehamilan dan tidak dianjurkan melakukan aborsi dengan alasan apapun. Ingat! Kontrasepsi kombinasi berfungsi untuk mencegah kehamilan, bukan menggugurkan kandungan.

Did you like this? Share it:

Article by Novia Syahida

Penulis adalah seorang bidan lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya yang saat ini sedang menggeluti dunia kepenulisan. Aktivitas sehari-hari sebagai penulis lepas di beberapa web, buku, pelajar, dan wirausaha.
Novia Syahida tagged this post with: , , , Read 104 articles by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Cari Cepat Artikel via Google

Social Media & Video

Gabung di Facebook Video di YouTube Follow di Twitter
Kebun Emas 300 x 250
Belajar Bahasa Inggris Cepat

Categories