INISIASI MENYUSUI DINI (IMD): PENGERTIAN, MANFAAT & PELAKSANAAN | NAMA BAYI PEREMPUAN & LAKI-LAKI

Pengertian, Manfaat, dan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Ingin Bahagiakan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Pengertian IMD (Inisiasi Menyusui Dini) adalah proses memberikan kesempatan bayi yang baru lahir untuk menyusu sendiri kepada ibunya dalam 1 jam pertama setelah bayi lahir. Sementara manfaat IMD (Inisiasi Menyusu Dini) sendiri sangat berguna secara fisiologis maupun psikologis, baik untuk bayi maupun ibu. Untuk ibu, sentuhan dan hisapan payudara ibu bisa membantu mengeluarkan plasenta dan mencegah terjadinya perdarahan. Sementara untuk bayi, selain memberikan rasa nyaman dan hangat, juga bermanfaat untuk memberikan antibodi tubuh sehingga dapat menekan tingkat kematian bayi.

Sehubungan dengan manfaat IMD yang begitu besar, dalam rangka menurunkan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia dan sekaligus pemenuhan hak anak, Kementerian Kesehatan RI sudah memberikan pedoman pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini sesaat setelah bayi lahir. Pedoman ini berlaku untuk tenaga medis yang bertugas di seluruh  puskesmas dan jaringannya, dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir di Indonesia.

Teknisnya, sesaat setelah bayi lahir dan dipotong tali pusatnya, bayi segera diletakkan di dada ibu dengan posisi tengkurap, di mana antara kulit bayi dengan kulit ibu kontak langsung. Proses Inisiasi Menyusu Dini ini bisa dilakukan, jika proses persalinan ibu dilakukan secara normal, sehingga memungkinkan ibu untuk melakukan IMD sesuai yang dianjurkan. Sedangkan, bagi ibu yang melahirkan secara caesar, peluang untuk melakukan IMD lebih kecil, mengingat kondisi kesehatan ibu pasca operasi belum memungkinkan untuk melakukan itu.

Berikut adalah pedoman pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

  1. Dianjurkan ada pendamping persalinan yang mendampingi ibu di kamar bersalin, bisa suami atau anggota keluarga yang lain.
  2. Bayi lahir segera dikeringkan seluruh tubuhnya, kecuali tangannya tanpa menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat.
  3. Apabila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada ibu di mana kulit bayi melekat kulit ibu (skin to skin contact) dengan posisi mata bayi setinggi puting susu ibu. Keduanya diselimuti dan tak lupa bayi diberi topi.
  4. Biarkan bayi sendiri yang mencari puting susu ibu, sementara ibu dianjurkan untuk merangsangnya dengan sentuhan lembut.
  5. Tenaga kesehatan mendukung dan membantu ibu dalam mengenali perilaku bayi sebelum proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
  6. Biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibu minimal 1 jam, meskipun bayi sudah selesai menyusu kurang dari 1 jam.
  7. Apabila dalam waktu 1 jam bayi belum menemukan puting susu ibu, dekatkan mulut bayi dengan puting susu ibu dan biarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu terjadi selama 30 menit atau 1 jam sesudahnya.

Setelah proses IMD ini selesai dilakukan, barulah bayi dilakukan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan, seperti: ditimbang, diukur, dicap/diberi tanda identitas, diberi salep mata dan penyuntikan vitamin K1 pada paha kiri. Satu jam kemudian, bayi diberikan imunisasi Hepatitis B (HB 0) pada paha kanannya.

Mengingat begitu besarnya, manfaat IMD (Imunisasi Menyusui Dini) ini untuk bayi maupun ibu, diusahakan nanti pada saat kelahiran anak, Anda dapat melakukan proses yang sangat penting ini. Sebagai persiapan, sebelumnya Anda bisa melihat video / gambar IMD yang bisa Anda temukan di Google.

Did you like this? Share it:

Article by Catur HP

Seorang Ayah dari anak laki-laki lucu yang bernama "Kenan Rahes Purnomo". Sejak istrinya hamil, ia tak pernah absen menemaninya untuk periksa ke dokter kandungan. Begitu pun, saat istrinya melahirkan anak laki-laki pertamanya pada 2011 yang lalu. Sembari mengamati pertumbuhan anak pertamanya, ia berbagi di situs ini, tentang apa yang ia ketahui selama istrinya hamil, melahirkan, hingga merawat anak.
Catur HP tagged this post with: , , , , , , , , , , , , , , Read 140 articles by

One Comments

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Cari Cepat Artikel via Google

    Social Media & Video

    Gabung di Facebook Video di YouTube Follow di Twitter
    Kebun Emas 300 x 250
    Belajar Bahasa Inggris Cepat

    Categories