Posisi Wanita Melahirkan Normal

In Persalinan Bayi
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami
Posisi Wanita Melahirkan Normal

By tkobosz @sxc.hu

Ternyata wanita bisa melahirkan dengan berbagai posisi, bukan hanya telentang saja. Posisi melahirkan ini bisa dilakukan bila wanita melahirkan normal. Masing-masing posisi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Telentang

Posisi melahirkan ini paling banyak diminati ibu-ibu. Pasalnya, posisi ini paling mudah untuk dilakukan dan sesuai dengan naluri ibu. Pada saat akan mengejan, ibu diminta untuk membuka lebar pahanya, mengangkat kaki dengan kedua lengan hingga siku, serta melihat jalan lahir. Kelebihan posisi ini adalah mudah, membuat ibu nyaman, dan mencegah robekan perineum karena penolong bisa melindungi saat bayi lahir. Namun, posisi ini kurang memberikan tekanan pada janin sehingga waktu persalinan lebih lama. Posisi telentang juga berisiko sesak nafas dan menekan pembuluh darah ke janin.

Setengah Duduk

Posisi setengah duduk dewasa ini kerap diterapkan di fasilitas kesehatan. Posisi ini dinilai lebih memudahkan persalinan tanpa mengurangi kenyamanan wanita melahirkan. Bagian punggung ibu diganjal dengan bantal atau benda lain yang lunak. Suami atau keluarga bisa juga membantu menyangga sembari memberikan semangat. Apabila kontraksi rahim datang, ibu diminta untuk mengangkat kaki dengan kedua lengan.

Keunggulan posisi ini adalah memudahkan janin untuk keluar, beban ibu dalam mengangkat kaki berkurang, pasokan oksigen ke janin lebih optimal, dan jalan lahir menjadi lebih pendek. Sedangkan kekurangannya adalah ibu merasa cepat lelah dan nyeri pinggul karena tekanan terbesar berada di pinggul belakang.

Berdiri

Pada zaman dahulu wanita melahirkan normal dengan posisi berdiri. Hingga saat ini posisi ini masih dilakukan di sejumlah daerah pedalaman. Tidak semua ibu dapat melahirkan dengan posisi ini karena memerlukan kekuatan yang besar untuk melakukannya. Biasanya tangan ibu diikat pada tiang untuk mengurangi beban.

Kelebihan posisi ini adalah bayi mudah dilahirkan karena tertarik gaya gravitasi bumi. Namun, robekan kulit luar vagina (perineum) tidak mampu dicegah. Bila vagina kurang elastis bisa terjadi robekan hingga anus yang mengakibatkan ibu sulit mengontrol BAB.

Jongkok

Pada posisi jenis ini wanita melahirkan duduk seperti saat buang air besar. Posisi ini dapat memberikan dorongan yang besar pada bayi. Sama seperti posisi berdiri, bila Anda memilih posisi jongkok maka robekan vagina akan lebih lebar sehingga menyisakan jaringan parut yang banyak.

Wanita melahirkan tidak harus memilih satu posisi saja. Posisi tersebut bisa divariasi sesuai dengan kondisi. Misalnya, ibu memilih posisi setengah duduk pada awal persalinan, kemudian beralih pada posisi jongkok bila janin sulit dilahirkan. Ibu berhak penuh menentukan posisi melahirkan tanpa paksaan.

Tags: #Bayi Kembar Siam #Kehamilan Trisemester 2 #Page #Posisi Ibu Melahirkan Normal. Posisi Melahirkan Normal

Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-saat persalinan bayi prematur tentu lebih mendebarkan
Resiko Melahirkan Caesar
Resiko Melahirkan Caesar
  Melahirkan Caesar merupakan alternatif bila cara
Resiko Melahirkan dalam Air
Resiko Melahirkan dalam Air
  Melahirkan dalam air atau yang sering
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan ibu melahirkan biasanya dilakukan di fasilitas

Leave a reply "Posisi Wanita Melahirkan Normal"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.