Proses Melahirkan Normal dengan Epidural, Bolehkah?

In Persalinan Bayi
Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami
Proses Melahirkan Normal Dengan Epidural, Bolehkah?

By iwanbeijes @sxc.hu

Seribu satu rasa sakit saat melahirkan membuat para ahli obstetrik memutar otak. Berbagai cara ditemukan untuk mengurangi nyeri saat proses melahirkan normal. Salah satunya adalah pemberian anatesi epidural. Apakah anastesi tersebut?

Anastesi epidural adalah salah satu teknik mematikan saraf pada daerah tertentu. Bagian yang mati rasa ini bersifat local. Biasanya bagian tersebut adalah daerah suntikan ke bawah. Obat bius disuntikkan melalui jarum yang berukuran sangat kecil pada rongga tulang belakang. Tentunya, penyuntikan hanya dapat dilakukan oleh dokter khusus anastesi.

Manfaat

Manfaat utama yang diharapkan dengan memberikan injeksi ini adalah menghalau rasa sakit yang terjadi akibat kontraksi rahim dan penurunan kepala. Ibu tidak akan merasakan nyeri meskipun rahim terus berkontraksi. Hingga saat proses melahirkan normal terjadi, ibu tetap tidak merasakan kontraksi rahim sehingga dapat mengejan sesuai dengan instruksi dokter.

Kelebihan lain dari teknik ini adalah cara dan waktu mengejan ibu bisa terkontrol. Berbeda dengan persalinan normal yang diwarnai rasa sakit, biasanya ibu mengejan semaunya sendiri dan sulit diinstruksi akibat nyeri tersebut. Padahal, bila teknik mengejan salah maka bayi tidak dapat dilahirkan.

Resiko

Meskipun sekilas tampak begitu menguntungkan, namun teknik ini tetap mengandung beberapa resiko. Pertama, kontraksi rahim lebih lemah dibandingkan proses melahirkan normal tanpa pemberian anastesi epidural. Hilangnya koneksi urat saraf tentu mempengaruhi aktivitas otot rahim. Waktu persalinan bertambah lama akibat melambatnya kontraksi.

Kerugian kedua, kemungkinan ibu tidak dapat mengejan kuat karena tidak merasakan dorongan rahim. Pada proses melahirkan normal tanpa anastesi, kontraksi rahim menyebabkan ibu merasa seperti ingin buang air besar sehingga dorongan mengejan muncul secara alami.

Bila kontraksi rahim inadekuat dan kekuatan mengejan ibu tak seberapa, maka persalinan harus dibantu dengan forcep atau vakum. Memang, kedua tindakan tersebut bisa dibilang aman. Namun, tetap ada resiko terhadap perkembangan bayi selanjutnya.

Ketiga, salah satu efek samping anasthesi ini adalah penurunan tekanan darah. Pada kasus persalinan dengna hipertensi teknik ini tidak menyebabkan masalah. Namun, bila ternyata ibu cenderung memiliki tekanan darah rendah, maka teknik ini dapat menghambat pasokan oksigen ke janin. Keadaan ini diperparah dengan berkurangnya fungsi plasenta.

Mengingat banyaknya resiko yang mungkin ditimbulkan, sebaiknya teknik ini hanya dilakukan setelah Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan anastesi. Dokter akan menilai kondisi Anda apakah boleh diberikan anastesi epidural atau tidak. Kenyataannya, teknik ini kian digemari ibu melahirkan dibanding dengan bedah sesar yang dilakukan untuk menghindari rasa sakit.

Tags: #Bayi Kembar Siam #Kehamilan Trisemester 2 #Melahirkan Normal #Page #Proses Persalinan Normal #Sakit Saat Melahirkan

Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-Saat Persalinan Prematur
Saat-saat persalinan bayi prematur tentu lebih mendebarkan
Resiko Melahirkan Caesar
Resiko Melahirkan Caesar
  Melahirkan Caesar merupakan alternatif bila cara
Resiko Melahirkan dalam Air
Resiko Melahirkan dalam Air
  Melahirkan dalam air atau yang sering
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan Ibu Melahirkan di Rumah
Persalinan ibu melahirkan biasanya dilakukan di fasilitas

Leave a reply "Proses Melahirkan Normal dengan Epidural, Bolehkah?"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.