Susu Inovasi dengan Isomaltulosa yang Sehat dan Halal untuk Pertumbuhan Anak Indonesia

Ingin Puaskan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Kenan Rahes PurnomoOrang tua manapun pasti ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Sampai-sampai ada kalimat yang sering dijadikan “senjata” oleh banyak orang tua jika ditanya tentang sesuatu, seperti ini “Kalo buat anak, apa sih yang nggak?”. Maksud dari pernyataan itu tentunya bukanlah hanya semata-mata menuruti segala kemauan anak, akan tetapi jauh lebih dari sekadar itu terutama jika sudah menyangkut dengan proses tumbuh kembang anak.

Ya, siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya tumbuh sehat dan cerdas?

Susu Pertama Bayi, ASI Eksklusif

Bukan rahasia lagi, jika sejak dulu hingga sekarang ASI adalah makanan pertama yang paling cocok untuk pencernaan bayi. ASI juga memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan ideal untuk proses tumbuh kembang bayi. Itu artinya, tidak ada satu pun makanan atau asupan yang bisa menggantikan fungsi ASI sebagai makanan yang paling sempurna untuk bayi. Lebih dari itu, ASI juga telah terbukti memiliki banyak manfaat terutama untuk menjaga kesehatan bayi dari berbagai serangan penyakit, di mana seperti yang kita tahu bayi sangat rentan terhadap penyakit. Informasi lebih jauh mengenai manfaat ASI ini banyak di kupas di berbagai blog, web, milis, atau forum yang mudah kita temukan di internet.

Dengan berbagai pertimbangan itulah, badan kesehatan dunia (WHO) sejak tahun 2001 yang lalu menganjurkan setiap bayi di seluruh dunia untuk diberikan ASI eksklusif hingga bayi berumur 6 bulan. Akan tetapi meski sudah ada anjuran pemberian ASI eksklusif dari badan dunia yang khusus mengurusi masalah kesehatan tersebut, pada kenyataannya sampai sekarang khususnya di Indonesia masih banyak orang tua yang belum mengindahkan anjuran tersebut dengan berbagai alasan. Faktor-faktor lain, diduga juga menjadi penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi.

Untuk mengurangi faktor-faktor gagalnya pemberian ASI eksklusif, baru-baru ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dengan lahirnya peraturan ini semua ibu di seluruh Indonesia diharuskan untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Dalam peraturan itu, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, dan produsen juga didorong untuk mendahulukan ASI eksklusif. Dengan begitu, faktor-faktor penghambat program pemberian ASI eksklusif dapat diminimalisir.

Donor ASI Sebagai Pilihan Kedua
Orang yang berkewajiban memberikan ASI tak lain adalah ibu kandung dari bayi itu sendiri. Namun, karena satu dan lain hal, misalnya ibu kandungnya meninggal saat persalinan atau ada sesuatu hal yang tidak memungkinkan ibunya untuk memberikan ASI, maka pilihannya yaitu dengan donor ASI. Dengan cara ini, bayi akan tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan ASI eksklusif.

Nah, pertanyaannya bagaimana hukumnya dalam pandangan agama Islam? Menurut wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Drs. H. Sholahudin Al-Aiyub, M.Si, menjelaskan bahwa donor ASI diperbolehkan dalam Islam, asalkan semua persyaratannya harus dipenuhi. Persyaratan tersebut, antara lain:

  • Harus ada pembicaraan antara pendonor ASI dengan ibu kandung. Ini dilakukan agar terjadi kejelasan nashab (keluarga), yang nantinya akan menjadi keluarga persusuan.
  • Pendonor ASI harus dalam keadaan sehat. Ini dilakukan untuk mencegah penularan berbagai macam penyakit, seperti: HIV/AIDS, hepatitis, atau TBC.
  • Anak yang diberikan donor ASI berusia kurang dari 2 tahun.
  • Pemberian ASI donor harus dilakukan dalam keadaan darurat.

Sholahudin juga menambahkan jika persyaratan-persyaratan tersebut tidak dipenuhi maka dalam Islam hukumnya haram. Dalam Islam donor ASI bukanlah sesuatu hal yang baru, mengingat Nabi Muhammad SAW pun memiliki ibu susu yang bernama Halimah Sa’diah.

Susu Inovasi untuk Pertumbuhan Anak yang Sehat

Bagi yang ingin menyempurnakan pemberian ASI eksklusif, para ibu dianjurkan untuk melaksanakannya hingga anak berusia 2 tahun kemudian baru menyapihnya. Anjuran ini juga telah dijelaskan dalam Al Qur’an pada surah QS. Al-Baqarah ayat 233. Akan tetapi sekali lagi anjuran ini bisa dilaksanakan, dengan catatan kondisi sang ibu dan lingkungan memungkinkan.

Untuk Anda yang  ingin tetap anaknya tumbuh sehat meski sudah berhenti dari ASI, tak perlu khawatir karena Anda masih bisa memberikan nutrisi lain yang bisa diberikan kepada anak Anda, salah satunya yaitu dengan susu buatan Frisian Flag. Susu anak ini bukan hanya sekadar susu anak biasa, karena baru-baru ini produk Frisian Flag Indonesia telah memperkenalkan inovasi susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 dengan Isomaltulosa.

Susu Inovasi dengan Isomaltulosa yang Sehat dan Halal untuk Pertumbuhan Anak

Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak

Sebagai produsen susu terkemuka yang telah berpengalaman selama 90 tahun, kini Frisian Flag menghadirkan susu inovasi pertama di Indonesia dengan Isomaltulosa yang telah terbukti secara klinis dalam meningkatkan kinerja kognitif anak. Untuk mendukung pertumbuhan anak, susu inovasi yang belum lama diluncurkan ini, selain mengandung karbohidrat, protein, dan lemak juga dilengkapi dengan ALA/LA asam lemak esensial, Kolin, Prebiotik Inulin, Vitamin C dan E, Kalsium serta Vitamin D3 yang semuanya bermanfaat bagi si kecil.

Dalam uji klinis yang dilakukan oleh FrieslandCampina (induk perusahaan Frisian Flag Indonesia) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ditemukan bahwa anak yang mengkonsumsi susu pertumbuhan dengan Isomaltulosa dapat mempertahankan konsentrasi otak dan daya ingatnya hingga 3 jam.

Menurut Dr. dr. Rini Sekartini salah seorang dokter spesialis anak di FKUI RSCM yang menjadi peneliti utama tim Isomaltulosa juga menambahkan, bahwa Isomaltulosa yang merupakan nutrisi sejenis karbohidarat mempunyai indeks gilkemik rendah sehingga dapat memberikan energi lebih lama. Dengan temuan itulah, kenapa Isomaltulosa yang terkandung di dalam susu pertumbuhan anak mampu memberikan energi yang konsisten dan lebih lama bagi otak si kecil dibandingkan dengan susu lainnya.

Hal itu tentu tidak jauh berbeda dengan fakta bahwa rata-rata otak anak usia 1-6 tahun hanya memiliki berat kurang dari 10% dari total berat tubuhnya, tetapi organ vital ini mengonsumsi 40% dari total energi tubuh yang dibutuhkan, meski saat tidur sekalipun. Nah, jika energi otak ini tidak bisa dipenuhi dengan optimal, maka bisa Anda bayangkan sendiri apa yang akan terjadi pada pertumbuhan anak Anda di masa golden age (usia 1-6 tahun) ini. Bukan tidak mungkin, daya konsentrasi si kecil dalam mengembangkan pola pikir, kepribadian, maupun kreatifitas bisa terganggu.

Fakta Tentang Isomaltulosa

Sebelumnya, di atas sudah sedikit dijelaskan tentang Isomaltulosa. Akan tetapi agar informasi penting ini lebih berimbang mari kita lihat fakta tentang Isomaltulosa dari sumber terpercaya lain yakni Wikipedia. Berikut adalah beberapa fakta Isomaltulosa seperti yang disarikan dari laman Wikipedia.

  • Isomaltulosa merupakan zat karbohidrat alami yang dapat diperoleh dari madu dan tebu.
  • Isomaltulosa adalah zat yang memiliki fungsi sama seperti sukrosa yaitu sebagai pemberi energi bagi tubuh dan otak. Namun, Isomaltulosa diserap 26-45% lebih lama dibandingkan sukrosa. Dan karena sifat inilah yang membuat Isomaltulosa mampu memberikan asupan energi secara konstan dan stabil bagi tubuh.
  • Di Jepang, penelitian tentang keamanan Isomaltulosa sebagai produk konsumsi sudah dilakukan sejak tahun 1980-an. Akhirnya pada 1985, diperoleh kesimpulan bahwa Isomaltulosa dinyatakan aman digunakan dalam produk makanan dan minuman. Dan sejak 1985, Jepang telah menggunakan zat ini sebagai pengganti gula.
  • Hasil penelitian yang dilakukan oleh FDA (Food and Drug Administrator) pada tahun 2008 telah membuktikan bahwa Isomaltulosa tidak mengakibatkan kerusakan pada gigi dan diklaim sebagai zat pengganti sukrosa yang baik untuk kesehatan mulut.
  • Hasil penelitian di Malaysia (Fakultas Kedokteran Universitas Putra Malaysia) juga menunjukkan bahwa ada kenaikan yang cukup signifikan terhadap kemampuan konsentrasi dan kognitif anak setelah minum susu yang mengandung Isomaltulosa.

Jadi intinya, Isomaltulosa seperti yang ada di dalam kandungan susu Frisian Flag 123 dan 456 dapat membantu memberikan asupan energi yang lebih lama dan konstan dalam rangka proses tumbuh kembang otak anak di masa golden age (usia 1-6 tahun). Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir akan terjadi kerusakan gigi pada anak Anda setelah mengonsumsi susu anak dengan Isomaltulosa, sebab zat ini alami bukan bersifat merusak seperti pemanis buatan.

Cerdas dalam Memilih Makanan Halal

Susu Inovasi Yang Sehat dan Halal Untuk Pertumbuhan Anak“Makanan sehat belum tentu halal, tetapi makanan halal sudah pasti sehat”, ungkapan ini sudah tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. Sebab, makanan yang sudah dinyatakan secara resmi kehalalannya oleh lembaga berwenang, sudah barang tentu telah memenuhi standar makanan yang sehat.

Di Indonesia, lembaga yang berwenang mengeluarkan standar halal ini adalah LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika – Majelis Ulama Indonesia). Sebagai negara yang mayoritas beragama Muslim, keberadaan LPPOM MUI sangat diperlukan oleh konsumen, apalagi sekarang banyak produk makanan/minuman yang diproses dengan teknologi tinggi sehingga konsumen kesulitan membedakan mana yang halal dan mana yang haram.

Untuk menghasilkan produk yang halal, LPPOM MUI tidak tinggal diam, salah satunya yaitu dengan cara memberikan perhatian yang besar pada produk pangan hasil industri yang diolah dengan teknologi tinggi. Menurut LPPOM MUI, produk yang dihasilkan oleh industri harus memenuhi kriteria kehalalannya, mulai dari pemilihan bahan baku dan tambahan, proses produksi, fisik pabrik, mesin atau peralatan produksi, cara produksi, produk jadi, transportasi, hingga penyimpanan dan penjualan.

Produk pangan yang telah lulus uji pemeriksaan yang dilakukan secara ketat oleh LPPOM MUI akan mendapatkan sertifikat halal dan pada kemasan produknya akan dicantumkan label halal. Dengan demikian, masyarakat selaku konsumen akan lebih mudah memilih produk yang halal dengan melihat label halal yang tercantum pada setiap kemasan produk.

Dalam hal untuk memasyarakatkan produk halal, LPPOM MUI dengan berbagai upaya mendorong setiap industri atau perusahaan untuk melakukan sertifikasi halal pada produk yang dihasilkan. Mulai dari dengan memberikan pelatihan manajemen kehalalan, seminar produk halal, pameran halal internasional INDHEX (Indonesia Halal Expo), hingga  program sertifikasi halal online yang disebut CEROL-SS23000 (Certification Online Service System 23000). Inovasi sertifikasi halal online yang belum lama diluncurkan ini akan memberikan kemudahan bagi semua pihak dalam mendapatkan sertifikat halal untuk produknya. Selain mudah, proses sertifikasi juga lebih cepat, transparan dan akurat karena akan disimpan ke dalam database.

Salah satu perusahaan yang sudah ikut berpartisipasi dalam gerakan produk halal yang digalakkan oleh LPPOM MUI adalah Frisian Flag dengan produk Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 dengan Isomaltulosa. Dengan hadirnya produk terbaru tersebut, itu berarti Frisian Flag telah berkomitmen memenuhi kepuasan konsumen dengan menghadirkan susu inovasi yang sehat dan halal untuk pertumbuhan anak. Jadi, sekarang Anda tak perlu ragu mengkonsumsi produk Frisian Flag 123 dan 456, karena produk ini sudah bersertifikat halal dari LPPOM MUI.

Kebutuhan Pokok Pertumbuhan Anak

Bayi baru lahir hingga masa keemasan anak usia 1-6 tahun adalah masa di mana ia membutuhkan sesuatu yang terbaik untuk pertumbuhannya, yang kelak akan menjadi sumber daya yang sangat berharga bagi kehidupannya. Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang serius dan proaktif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan anak, karena masa penting ini tidak akan terjadi dua kali pada buah hati kita.

Menurut pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi seperti yang dikutip dari portal berita dan penyedia blog gratis detik.com, setidaknya ada 3 kebutuhan pokok yang harus dipenuhi untuk membantu pertumbuhan anak. Tiga kebutuhan pokok tersebut antara lain: ASI eksklusif minimal hingga 6 bulan lalu dilanjutkan dengan makanan tambahan yang bernutrisi, kasih sayang orang tua, dan yang terakhir adalah stimulasi.

Referensi:

  • http://news.okezone.com/read/2010/11/30/337/398569/mui-haramkan-donor-air-susu-ibu
  • http://www.ibudanbalita.com/isomaltulosa/
  • http://www.frisianflag.com/id/ruang-media/berita-umum/6213
  • http://www.frisianflag.com/id/ruang-media/liputan-media/6203-susu-isomaltulosa-diluncurkan
  • http://www.frisianflag.com/id/ruang-media/berita-umum/6209-isomaltulose-beri-pengaruh-konsentrasi-pada-konsentrasi-dan-daya-ingat-anak
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Isomaltulose
  • http://www.livestockreview.com/2012/02/penerapan-sistem-jaminan-halal-perlu-komitmen-manajemen-perusahaan/
  • http://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/go_to_section/2/31/page/1
  • http://health.detik.com/read/2012/06/01/143133/1930434/1301/3-kebutuhan-pokok-anak-di-masa-pertumbuhan

Tags: #Bayi Kembar Siam #Bayi Kembar Siam #Kehamilan #Kehamilan #Kehamilan Trisemester 2 #Kehamilan Trisemester 2 #Page #Page #Page #Page #Persalinan Bayi #Persalinan Bayi #Persalinan Bayi #Saat Kehamilan Pertama

No related post!
  1. author

    juliawan4 years ago

    bagus artikelnya mantap bos 😀

    selamat ya

    Reply
  2. author

    heri4 years ago

    selamat buat para pemenang 🙂

    Reply

Leave a reply "Susu Inovasi dengan Isomaltulosa yang Sehat dan Halal untuk Pertumbuhan Anak Indonesia"

Must read×

Top

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin

NamAnakBayi.com tidak dapat menjamin keakuratan arti nama-nama bayi yang tercantum di situs ini. Maka dari itu, kami menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi/verifikasi terlebih dahulu kepada para ahli bahasa yang Anda percaya sebelum memberikan nama untuk buah hati Anda. Semua isi situs ini hanyalah sebagai media berbagi semata, bukan sebagai pengganti konsultasi dokter atau profesional kesehatan. Untuk Anda yang ingin tahu lebih jauh masalah kesehatan Anda atau anak bayi Anda, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan langsung.