TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU | NAMA BAYI PEREMPUAN & LAKI-LAKI

Tanda dan Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu

Ingin Manjakan Suami / Istri? Klik Khusus Istri | Khusus Suami

Tanda Dan Gejala Kehamilan Ektopik Terganggu Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan di luar kavum uteri. Sebagian besar kehamilan ektopik tidak dapat berlangsung hingga sembilan bulan. Biasanya ibu akan mengalami beberapa gejala yang menyerupai kehamilan normal. Bedanya tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu disertai rasa sakit dan perdarahan.

Mual-Muntah

Meskipun bukan termasuk kehamilan normal, namun hormon kehamilan ibu meningkat sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah seperti ibu hamil pada umumnya. Gejala ini hanya dirasakan sebagian ibu, sedangkan sebagian yang lain mampu beradaptasi dengan baik. Mual-muntah pada ibu hamil berlangsung pada trimester pertama atau hingga janin meninggal.

Amenore

Sejak terjadinya pembuahan, ibu tidak lagi mendapati haidnya. Proses pematangan sel telur berhenti serta-merta ketika ibu positif hamil. Gejala kehamilan ektopik ini sama dengan ibu hamil normal. Amenore akan berlangsung hingga terjadi kematian janin atau robekan dinding tuba.

Nyeri Perut Bagian Bawah

Rasa nyeri adalah gejala kehamilan ektopik terganggu yang paling utama.  Nyeri ini disebabkan peregangan dinding tuba atau ruptur tuba. Nyeri yang dirasakan ibu berbeda-beda tergantung penyebabnya. Nyeri yang disebabkan ruptur tuba bisa membuat ibu pingsan. Namun, apabila janin belum terlalu besar dan nyeri hanya disebabkan peregangan dinding tuba, maka ibu hanya akan mengeluh sakit perut yang tidak seberapa.

Rasa nyeri juga dirasakan ibu pada pemeriksaan serviks uteri dan kavum douglasi (tempat kosong diantara vagina dan anus). Selain itu, kavum douglasi juga menonjol seperti tumor pada perabaan luar. Penonjolan tersebut berasal dari embrio dan darah yang menggumpal. Penonjolan pada kavum douglasi juga menyebabkan rasa nyeri saat buang air besar.

Perdarahan

Gejala kehamilan ektopik terganggu yang lain adalah perdarahan pervaginam. Perdarahan ini disebabkan kematian janin, pelepasan dinding rahim terluar, dan robekan dinding tuba. Perdarahan yang disebabkan kematian plasenta dan peluruhan dinding rahim merupakan akibat dari gangguan pembentukan HCG. Frekuaensi perdarahan berkisar antara 51 hingga 93%. Biasanya perdarahan pada kehamilan ektopik terganggu berwarna coklat tua.

Nyeri Bahu

Perdarahan dalam rongga perut dapat merangsang diafragma sehingga menyebabkan nyeri bahu. Apabila darah dalam rahim menggumpal, maka nyeri yang dirasakan akan bertambah parah, bahkan menjalar ke daerah lain seperti punggung dan seluruh perut. Nyeri bahu ini tidak terjadi pada kehamilan normal.

Abnormalitas TTV

Gejala kehamilan ektopik terganggu yang terakhir adalah abnormalitas tanda-tanda vital. Pada keadaan yang parah tanda vital ibu menunjukkan adanya kegawatdaruratan. Tekanan darah ibu akan menurun disertai dengan peningkatan denyut nadi dan sesak nafas. Keadaan ini memerlukan pertolongan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Did you like this? Share it:

Article by Novia Syahida

Penulis adalah seorang bidan lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya yang saat ini sedang menggeluti dunia kepenulisan. Aktivitas sehari-hari sebagai penulis lepas di beberapa web, buku, pelajar, dan wirausaha.
Novia Syahida tagged this post with: , , Read 104 articles by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Cari Cepat Artikel via Google

Social Media & Video

Gabung di Facebook Video di YouTube Follow di Twitter
Kebun Emas 300 x 250
Belajar Bahasa Inggris Cepat

Categories